Tanpa antri, tanpa KTP, tanpa malu.
Paket dikirim polos, aman & privat.
Ikuti langkahnya dengan menekan tombol di setiap tahap.
Harga lebih hemat dibandingkan klinik hingga 70%.
Dari pesan sampai hasil — semua bisa dilakukan sendiri di rumah.
Pengalaman nyata tes mandiri di rumah bersama Medika Utama.
Human Immunodeficiency Virus
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Tanpa penanganan, dapat berkembang menjadi AIDS. Penularan melalui darah, hubungan seksual, jarum suntik, dan dari ibu ke bayi.
Treponema pallidum
Sifilis adalah infeksi bakteri menular seksual yang berkembang dalam beberapa tahap. Jika dibiarkan, dapat menyerang jantung, otak, dan organ vital. Bisa disembuhkan total bila terdeteksi dini.
Hepatitis B & C
Hepatitis adalah peradangan hati akibat virus. Hepatitis B bisa kronis dan menyebabkan sirosis atau kanker hati. Penularan lewat darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi.
HIV · Sifilis · Hepatitis
Mencakup penilaian risiko tiga infeksi sekaligus: HIV, Sifilis, dan Hepatitis B. Cocok untuk pemeriksaan menyeluruh.
Privasi data yang terancam
Setiap kali Anda melakukan tes di klinik atau fasilitas kesehatan pemerintah, identitas lengkap Anda — termasuk NIK, nama, alamat, dan tanggal lahir — dicatat ke dalam sistem rekam medis nasional. Data ini tersimpan secara permanen dan menjadi bagian dari riwayat kesehatan resmi Anda.
Rekam medis dapat diakses oleh berbagai pihak: petugas kesehatan, asuransi, instansi pemerintah, bahkan calon pemberi kerja dalam beberapa kasus. Banyak orang tidak nyaman riwayat tes IMS mereka tercatat dan berpotensi terlihat oleh pihak lain.
Catatan ini bisa memengaruhi pengajuan asuransi kesehatan, proses medical check-up kerja, hingga menimbulkan stigma jika bocor. Sekali tercatat, data sulit dihapus dari sistem.
Biaya tambahan sebelum tes
Di hampir semua klinik, Anda tidak bisa langsung melakukan tes. Anda diwajibkan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, dan biaya konsultasi ini berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 — belum termasuk biaya tes itu sendiri.
Bayangkan: konsultasi Rp 150.000 + tes HIV Rp 200.000 + tes Sifilis Rp 150.000. Baru tiga item saja sudah Rp 500.000. Padahal konsultasi sering hanya formalitas singkat beberapa menit.
Anda harus mengambil nomor antrean, menunggu giliran konsultasi, baru kemudian diarahkan untuk tes. Proses yang seharusnya simpel menjadi panjang dan melelahkan.
Total biaya yang membengkak
Tes HIV sekitar Rp 200.000–300.000. Tes Sifilis Rp 150.000–250.000. Tes Hepatitis B & C masing-masing Rp 150.000–200.000. Jika dijumlahkan dengan biaya konsultasi, total bisa menembus Rp 1.000.000 untuk pemeriksaan lengkap.
Jika hasil tes positif, Anda masih harus membayar obat dan tes lanjutan. Biaya pengobatan IMS bisa jauh lebih mahal lagi, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Bagi banyak orang, biaya sebesar ini menjadi penghalang untuk melakukan tes rutin. Akibatnya, banyak yang menunda atau bahkan menghindari tes sama sekali — yang justru berbahaya bagi kesehatan.
Proses yang melelahkan
Datang ke klinik berarti mengambil nomor antrean dan menunggu berjam-jam. Pada jam sibuk, Anda bisa menghabiskan setengah hari hanya untuk menunggu giliran konsultasi dan tes.
Belum lagi biaya transportasi, parkir, dan bensin. Anda juga harus mengambil cuti atau izin kerja. Semua ini adalah biaya tersembunyi yang jarang diperhitungkan.
Di banyak klinik, hasil laboratorium tidak keluar di hari yang sama. Anda harus kembali lagi keesokan harinya atau beberapa hari kemudian — artinya antre dan menunggu untuk kedua kalinya.
Risiko bertemu orang dikenal
Ruang tunggu klinik adalah ruang publik. Ada kemungkinan nyata Anda bertemu tetangga, rekan kerja, teman, atau bahkan keluarga. Bagi pemeriksaan yang sangat pribadi seperti tes IMS, ini bisa sangat tidak nyaman.
Sayangnya, stigma terhadap penyakit menular seksual masih sangat kuat di masyarakat kita. Terlihat sedang menjalani tes IMS bisa memicu gosip, penilaian negatif, dan prasangka yang tidak adil.
Rasa cemas akan terlihat orang lain membuat banyak orang mengurungkan niat untuk tes. Padahal deteksi dini sangat penting. Privasi yang tidak terjamin justru menghalangi orang menjaga kesehatannya sendiri.
Privasi 100% terlindungi
Saat memesan dari Medika Utama, kami tidak pernah meminta KTP, NIK, atau identitas resmi apapun. Anda cukup memberikan alamat pengiriman. Tidak ada data pribadi yang masuk ke sistem rekam medis pemerintah.
Hasil tes sepenuhnya milik Anda dan hanya Anda yang mengetahuinya. Tidak ada catatan di klinik, tidak ada riwayat di sistem asuransi, tidak ada jejak yang bisa diakses pihak ketiga. Privasi Anda mutlak terjaga.
Karena tidak ada catatan resmi, tes Anda tidak akan memengaruhi pengajuan asuransi, proses kerja, atau aspek hidup lainnya. Anda bisa memeriksa kesehatan dengan tenang tanpa khawatir konsekuensi data.
Praktis & dikirim diam-diam
Cukup pilih produk yang Anda butuhkan melalui WhatsApp atau website, isi alamat pengiriman, dan lakukan pembayaran. Seluruh proses selesai dalam hitungan menit, dari mana saja, kapan saja — tanpa perlu keluar rumah.
Paket dikirim dalam kemasan polos tanpa logo, tulisan, atau label apapun yang menunjukkan isinya. Kurir dan orang sekitar tidak akan tahu apa yang Anda pesan. Kerahasiaan Anda terjaga dari awal hingga akhir.
Tidak perlu khawatir jika paket diterima oleh orang rumah — ayah, ibu, istri, suami, atau anggota keluarga lainnya. Kemasan benar-benar polos tanpa nama produk, tanpa keterangan isi, dan tanpa petunjuk apapun yang bisa menimbulkan pertanyaan. Dari luar, paket terlihat seperti kiriman biasa yang tidak mencurigakan sama sekali.
Kami mengirim ke seluruh wilayah Indonesia dalam waktu 1–3 hari kerja. Baik Anda di kota besar maupun daerah, alat tes berkualitas medis bisa sampai ke tangan Anda dengan aman dan cepat.
Harga jauh lebih terjangkau
Tes Sifilis di klinik bisa Rp 150.000–250.000, di Medika Utama hanya Rp 99.000. Paket IMS Lengkap (HIV + Sifilis + Hepatitis) yang di klinik bisa tembus Rp 1.000.000, di kami hanya Rp 249.000. Hemat hingga 70%.
Harga yang Anda lihat adalah harga final. Tidak ada biaya konsultasi dokter, tidak ada biaya administrasi, tidak ada biaya parkir atau transportasi. Apa yang Anda bayar adalah apa yang Anda dapatkan.
Harga lebih murah bukan berarti kualitas turun. Alat tes kami bersertifikasi medis internasional dengan akurasi 99%+. Anda mendapatkan hasil yang sama akuratnya dengan tes di klinik, dengan harga jauh lebih hemat.
Cepat & mudah dibaca
Tidak perlu menunggu berhari-hari seperti tes laboratorium konvensional. Rapid test Medika Utama memberikan hasil hanya dalam 15 menit. Anda bisa langsung mengetahui kondisi kesehatan Anda saat itu juga.
Alat tes kami menggunakan teknologi yang sama dengan yang dipakai fasilitas kesehatan profesional, dengan tingkat akurasi 99% atau lebih. Sertifikasi medis internasional menjamin keandalan setiap hasil.
Cara membacanya sangat sederhana — sama seperti membaca test pack kehamilan. Satu garis berarti negatif, dua garis berarti reaktif. Setiap paket dilengkapi panduan bergambar lengkap yang mudah diikuti.
Lakukan sendiri di rumah
Lakukan tes di ruang paling privat Anda — kamar sendiri. Tidak ada ruang tunggu, tidak ada petugas, tidak ada orang lain. Hanya Anda, di lingkungan yang nyaman dan familiar, kapan pun Anda merasa siap.
Tidak ada seorang pun yang perlu tahu — bukan keluarga, bukan teman, bukan tetangga. Anda memegang kendali penuh atas informasi kesehatan Anda. Tidak ada rasa malu, tidak ada penghakiman, tidak ada tekanan sosial.
Dengan tes mandiri di rumah, Anda terbebas sepenuhnya dari stigma sosial yang sering menghalangi orang memeriksakan diri. Anda bisa fokus pada yang terpenting: menjaga kesehatan diri sendiri dengan tenang.
Panduan lengkap membaca strip tes
Hanya muncul 1 garis di posisi C (Control). Artinya tidak terdeteksi antibodi atau antigen penyakit pada sampel darah Anda. Garis T (Test) tidak muncul atau kosong. Ini adalah hasil yang diharapkan — Anda kemungkinan besar tidak terinfeksi.
Muncul 2 garis di posisi C dan T. Garis T bisa tebal atau samar — keduanya tetap dianggap reaktif. Ini menunjukkan kemungkinan adanya infeksi. Hasil reaktif pada rapid test bersifat awal dan perlu dikonfirmasi melalui tes laboratorium di fasilitas kesehatan.
Baca hasil pada menit ke-15 setelah meneteskan buffer. Jangan membaca hasil setelah 20 menit karena bisa menghasilkan pembacaan yang keliru. Garis yang muncul setelah 20 menit tidak dapat dianggap sebagai hasil yang akurat.